Jemaat Yang Memili Kuasa & Kebangunan Rohani
Jemaat Yang Memili Kuasa Adalah Jemaat Yang Hidup Dalam Kebangunan Rohani
"dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
2 Tawarikh 7:14
Jemaat Yang Memili Kuasa adalah gereja yang berkuasa, pemegang kunci-kunci dan sebagai pewaris Kerajaan Surga (Mat 16:18-19). Jemaat Yang Memili Kuasa senantiasa hidup dalam kebangunan rohani yang besar (KPR 1:8)
Awal Kebangunan Rohani Dalam Jemaat Yang Memili Kuasa
”Firman Tuhan berkata: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2 Taw 7:14). Pemulihan terjadi oleh karena ada Jemaat Yang Memili Kuasa yang menyatakan wajah Allah, oleh karena mereka telah memiliki komitmen besar dengan cara merendahkan diri dalam doa (kasih besar). Kebangunan rohani diawali melalui kehadiran orang-orang yang mencari wajah Allah. Orang-orang yang saleh ini selanjutnya disiapkan oleh Allah untuk menyatakan pemulihan yang besar di tengah-tengah dunia.
Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah!” (Yes 8:8-9a). Sekarang, Allah sedang mencari orang-orang yang akan dipakai oleh Allah di kota ini, supaya firman-Nya akan terlaksana. Keadaan kota dan negri kita saat ini, hampir sama seperi pada zaman nabi Yesaya.
”Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yes 6:1-8) Allah sedang mencari seseorang. Dan Yesaya menjawab dengan kalimat yang sederhana dan jelas: ”Inilah aku, utuslah aku!” Apakah Anda merasa sedang dipanggil Allah untuk terlibat dalam Gelombang Kebangunan Rohani yang hendak IA laksanakan? Bagaimana persiapan Anda?
Kebangunan Rohani dalam gereja mula-mula, diawali dengan komunitas murid yang hidup dengan komitmen besar dan kasih besar. Pertama-tama, Yesus mencari pribadi-pribadi yang siap bergabung dalam Gerakan Kasih Besar, dengan satu kalimat singkat: “Ikutlah Aku!” (Matius 4:9) Melalui sebuah proses, akahirnya terbentuklah “Komunitas Dua Belas” (Markus 3:4) dan “Komunitas Tujuh Puluh” (Lukas 10:1). Sekarang ini, Allah melakukan hal yang sama di kota kita. Apakah Saudara termasuk yang dicari dan dikumpulkan Allah untuk Gerakan Kasih Besar-Nya?
Satu keyakinan kita bersama bahwa kebangun rohani yang besar akan segera menyusul sesudah terbentuk satu komunitas komitmen besar terhadap kasih besar. Inilah yang terjadi pada gereja mula-mula: ”Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya.” (KPR 1:13-15) ... Pertama-tama, terbentuk satu komunitas 12, lalu berkembang menjadi komunitas 70, dan 120, dan tidak lama sesudah itu pertobatan massal terjadi: Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Ini adalah “Komunitas Tiga Ribu” (KPR 2:41).
Kebangunan Rohani Dalam Jemaat Yang Memili Kuasa
Kebangunan Rohani dalam Jemaat Yang Memili Kuasa akan terus berjalan, jika orang-orang yang didalamnya bersedia digerakkan oleh Kasih Bear. Henry T.Blackaby menulis, ”apabila orang meninggalkan Allah dan berbuat dosa, pertobatan tidak hanya mencakup individu tetapi juga: keluarga yang berdosa, panitia yang berdosa, kota-kota yang berdosa, jemaat-jemaat yang berdosa, bangsa yang berdosa, aliran-aliran Kristen yang berdosa, organisasi Kristen yang berdosa.” (Henry T. Blackaby & Claude V.King, Fresh Enconter, (Batam: Interaksa, 1999), hal. 160). Dosa satu orang dapat mempengaruhi seluruh komunitas. Misalnya, Akhan: Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.” (Yohanes 7:1)
Dalam komunitas Kristiani saat ini, dosa tidak diselesaikan, tetapi dibiarkan. Itu sebabnya, meskipun firman Tuhan diberitakan, dan berbagai cara untuk dilakukan demi terjadinya kebangunan dan pertumbuhan rohani, tidak pernah terjadi perubahan. Karena itu, Jemaat Yang Memili Kuasa berkomitmen untuk menyelesaikan setiap dosa dalam komunitasnya. Contoh lain adalah Ananias dan Safira: ”Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.” (KPR 5:1-5)
Ketakutan yang dialami semua orang, bukan menjauh dari Allah, tetapi penghormatan kepada Allah dinyatakan. Alkitab mengajarkan kepada kita bagaimana cara untuk membawa seseorang kepada pemulihan: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat (Matius 18:15-17) Jika tidak juga bertobat, maka Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.” (1 Korintus 5:4-5)
Jemaat Yang Memili Kuasa Adalah Jemaat Yang Hidup Dalam Kebangunan Rohani
"dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
2 Tawarikh 7:14
Jemaat Yang Memili Kuasa adalah gereja yang berkuasa, pemegang kunci-kunci dan sebagai pewaris Kerajaan Surga (Mat 16:18-19). Jemaat Yang Memili Kuasa senantiasa hidup dalam kebangunan rohani yang besar (KPR 1:8)
Awal Kebangunan Rohani Dalam Jemaat Yang Memili Kuasa
”Firman Tuhan berkata: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2 Taw 7:14). Pemulihan terjadi oleh karena ada Jemaat Yang Memili Kuasa yang menyatakan wajah Allah, oleh karena mereka telah memiliki komitmen besar dengan cara merendahkan diri dalam doa (kasih besar). Kebangunan rohani diawali melalui kehadiran orang-orang yang mencari wajah Allah. Orang-orang yang saleh ini selanjutnya disiapkan oleh Allah untuk menyatakan pemulihan yang besar di tengah-tengah dunia.
Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah!” (Yes 8:8-9a). Sekarang, Allah sedang mencari orang-orang yang akan dipakai oleh Allah di kota ini, supaya firman-Nya akan terlaksana. Keadaan kota dan negri kita saat ini, hampir sama seperi pada zaman nabi Yesaya.
”Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yes 6:1-8) Allah sedang mencari seseorang. Dan Yesaya menjawab dengan kalimat yang sederhana dan jelas: ”Inilah aku, utuslah aku!” Apakah Anda merasa sedang dipanggil Allah untuk terlibat dalam Gelombang Kebangunan Rohani yang hendak IA laksanakan? Bagaimana persiapan Anda?
Kebangunan Rohani dalam gereja mula-mula, diawali dengan komunitas murid yang hidup dengan komitmen besar dan kasih besar. Pertama-tama, Yesus mencari pribadi-pribadi yang siap bergabung dalam Gerakan Kasih Besar, dengan satu kalimat singkat: “Ikutlah Aku!” (Matius 4:9) Melalui sebuah proses, akahirnya terbentuklah “Komunitas Dua Belas” (Markus 3:4) dan “Komunitas Tujuh Puluh” (Lukas 10:1). Sekarang ini, Allah melakukan hal yang sama di kota kita. Apakah Saudara termasuk yang dicari dan dikumpulkan Allah untuk Gerakan Kasih Besar-Nya?
Satu keyakinan kita bersama bahwa kebangun rohani yang besar akan segera menyusul sesudah terbentuk satu komunitas komitmen besar terhadap kasih besar. Inilah yang terjadi pada gereja mula-mula: ”Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya.” (KPR 1:13-15) ... Pertama-tama, terbentuk satu komunitas 12, lalu berkembang menjadi komunitas 70, dan 120, dan tidak lama sesudah itu pertobatan massal terjadi: Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Ini adalah “Komunitas Tiga Ribu” (KPR 2:41).
Kebangunan Rohani Dalam Jemaat Yang Memili Kuasa
Kebangunan Rohani dalam Jemaat Yang Memili Kuasa akan terus berjalan, jika orang-orang yang didalamnya bersedia digerakkan oleh Kasih Bear. Henry T.Blackaby menulis, ”apabila orang meninggalkan Allah dan berbuat dosa, pertobatan tidak hanya mencakup individu tetapi juga: keluarga yang berdosa, panitia yang berdosa, kota-kota yang berdosa, jemaat-jemaat yang berdosa, bangsa yang berdosa, aliran-aliran Kristen yang berdosa, organisasi Kristen yang berdosa.” (Henry T. Blackaby & Claude V.King, Fresh Enconter, (Batam: Interaksa, 1999), hal. 160). Dosa satu orang dapat mempengaruhi seluruh komunitas. Misalnya, Akhan: Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.” (Yohanes 7:1)
Dalam komunitas Kristiani saat ini, dosa tidak diselesaikan, tetapi dibiarkan. Itu sebabnya, meskipun firman Tuhan diberitakan, dan berbagai cara untuk dilakukan demi terjadinya kebangunan dan pertumbuhan rohani, tidak pernah terjadi perubahan. Karena itu, Jemaat Yang Memili Kuasa berkomitmen untuk menyelesaikan setiap dosa dalam komunitasnya. Contoh lain adalah Ananias dan Safira: ”Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.” (KPR 5:1-5)
Ketakutan yang dialami semua orang, bukan menjauh dari Allah, tetapi penghormatan kepada Allah dinyatakan. Alkitab mengajarkan kepada kita bagaimana cara untuk membawa seseorang kepada pemulihan: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat (Matius 18:15-17) Jika tidak juga bertobat, maka Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.” (1 Korintus 5:4-5)
Pengaruh Kebangunan Rohani Jemaat Yang Memili Kuasa
Kebangunan Rohani yang terjadi dalam Jemaat Yang Memili Kuasa segera mempengaruhi dunia dan orang-orang di sekitarnya. Alkitab berkata: "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 15:13-16) Garam menyatakan kuasa besar, dan terang menyatakan pengaruh besar. Kasih Besar adalah gerakan Allah sendiri. Melalui orang-orang yang menyatu dengan gerakan Allah, maka Allah akan melakukan kebangunan rohani-Nya. Allah sangat mengasihi dunia, dan Ia tidak mau ada yang binasa. Waktu ini menjadiwaktu yang sangat berharga, sebab waktu ini adalah waktu kasih karunia dan hanya tersisa sedikit waktu lagi: ”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”(2 Petrus 3:9) Maka melalui kebangunan rohani, dunia akan dimenangkan kepada Allah. Amin!
Mari, tunggu apa lagi. Silahkan bagikan kerinduan Saudara atas Kebangunan Rohani yang Besar ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar